Rumah sakit di italia rata- rata sangat bagus memeberikan layanan medis gratis dan universal atau biaya yang sangat rendah bagi warga negara serta penduduk tetap, di dukung angka harapan hidup yang tinggi meski menghadapi tantangn populasi lanjut usia dan disparitas layanan antar wilayah.

Di Tengah Disinformasi Yang Meluas dan Tanda-Tanda Krisis Sistemik

Mungkin televisi, sebagai saluran berita utama, juga turut bertanggung jawab. Banyak saluran membahas topik yang jauh lebih objektif dan kurang relevan, tetapi lebih mungkin menarik perhatian penonton, seperti berita kriminal, daripada isu-isu struktural yang berkaitan dengan sistem perawatan kesehatan. Ditambah lagi dengan masalah buta huruf fungsional, yang tersebar luas di Italia dan tempat lain di Erop,  banyak warga kesulitan memahami teks yang membahas isu-isu kompleks, seperti kesehatan masyarakat, dan akhirnya hanya menyerap slogan-slogan. Warga yang teralihkan perhatiannya juga merupakan warga yang kurang mampu mengganggu mereka yang berkuasa, baik di tingkat nasional maupun regional.

 180.000 Dokter di Luar Negeri Lulus Dari Italia.

Namun, data berbicara dengan jelas. Di Italia, sistem tersebut telah memasuki krisis struktural, dengan sekitar 40 persen pasien dengan kondisi kronis. Jumlah tempat tidur terus berkurang dan 60 persen Sebagian besar dokter sudah lanjut usia. Banyak yang tidak termotivasi dan bergaji rendah. Terdapat kekurangan sekita, 47.000 dokter, 73.000 perawat, sementara di luar negeri mereka bekerja sekitar 180.000 dokter lulus di Italia.

Ternyata Punya Realita Pahit Bagi Para Pekerjanya

Italia, negeri yang terkenal denItalia gan “dolce vita” atau kehidupan manis, ternyata menyimpan realita yang pahit bagi banyak pekerjanya. Masyarakat Italia terjebak dalam budaya kerja yang sangat kompetitif, ditambah lagi dengan Jam kerja yang panjang dan tuntutan kerja yang berat seringkali membuat pekerja mengorbankan kebahagiaan dan kesehatan mental.

Pemerintah Italia menganggap penting persoalan itu dengan meluncurkan layanan kesehatan mental nasional sejak Maret 2020. Berdasarkan survei Telus Health pada 2023 mengenai kondisi kesehatan mental pekerja di Italia, sebanyak 45% mengalami kecemasan, 35% mengalami depresi, 29% merasa tidak optimis terkait masa depan.

                                            Baca Artikel Selanjutnya : Hotel Plazuela San Ignacio

Gaya Hidup Sehat Orang Italia

  • Melakukan diet mediterania
    Diet mediterania merupakan diet yang memfokuskan pada mengonsumsi makanan nabati seperti kacang-kacangan, sayuran, lemak sehat, mengonsumsi minyak zaitun yang merupakan sumber lemak tak jenuh, dan buah-buahan. Masyarakat Italia pun telah terbiasa melakukan diet sehat ini.
  • Memiliki batasan waktu untuk memegang gadget
    Memegang gadget memiliki arti luas, mulai dari sekedar main game, stalking instagram, chatting-anataupun untuk urusan pekerjaan. Nah, orang Italia tidak seperti mayoritas di Indonesia yang menghabiskan waktu untuk memegang gadget, Mereka lebih senang untuk bercengkrama dan berkomunikasi secara langsung. apalagi ketika sedang bersama keluarga.
  • Minum sedikit kafein di pagi hari dan minum wine di malam hari
    kebiasaan lain orang Italia ialah minum kopi maksimal satu gelas saja saat pagi hari dan wine, mereka nikmati hanya 1-2 gelas pada saat malam hari
    Mereka menganggap bahwa hidup sehat dan bahagia itu bukan dinikmati dengan cara yang berlebihan.
  • Berjalan jalan santai sebelum makan malam mereka selalu melakukan jalan-jalan
    santai dengan keluarga atau tetangga sebelum menyantap makan malam. Karena hal tersebut dianggap bermanfaat untuk kesehatan tubuh seperti menghilangkan stres dan membuat tubuh menjadi lebih rilex
  • Jam Kerja Teratur
    gaya hidup sehat orang Italia lainnya adalah mereka bekerja rata-rata 36 jam minggu. hal tersebut didukung oleh undang-undang yang diatur oleh pemerintahnya,
    yakni membatasi setiap karyawan bekerja maksimal 40 jam/minggu.
    Jika terjadi pelanggaran atasan di perusahaannya tempat bekerja akan dikenakan denda