header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
 
 
 
 

Minggu, 31 Juli 2011
PENANGGULANGAN RABIES

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu 30 Juli 2011 ini membuka ~Indonesian Rabies Expert Forum~ di Jakarta. Ada dua hal yang saya sampaikan : | Selengkapnya




Senin, 07 Februari 2011
BALI, NIAS DAN MALUKU TENGGARA BARAT TERJADI KLB RABIES

Kasus rabies mengalami peningkatan di Bali, Nias dan Maluku Tenggara Barat dengan 165 kasus, Dari jumlah itu, kasus terbanyak terdapat di Bali yaitu 119 kasus, disusul Nias 26 kasus dan Pulau Lara Maluku Tenggara Barat 20 kasus. Karena kasus penularan dan kematian meningkat, ketiga wilayah tersebut dinyatakan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. Sepanjang tahun 2010 secara nasional telah terjadi 74.858 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR), 195 diantaranya berakhir pada kematian. Hal itu disampaikan Menko Kesra H.R. Agung Laksono dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi lingkungan Kementerian Kesejahteraan Rakyat di Jakarta tanggal 1 Februari 2011. Dalam jumpa pers tersebut Menko Kesra didampingi Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dan Menteri Pertanian Suswono. | Selengkapnya




Senin, 01 November 2010
HARI RABIES SEDUNIA 2010 DIPERINGATI DI BADUNG

Pada tanggal 29 Oktober 2010 diselenggarakan puncak peringatan Hari Rabies Sedunia yang dipusatkan di Kab. Badung Bali. Peringatan ditandai penyerahan vaksin anti rabies (VAR) dari Menteri Kesehatan yang diserahkan oleh Dirjan P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP. sebanyak 15.500 vial kepada Gubernur Bali. Hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Gamawan Fauzi, Dirjen Peternakan Kementan, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Bupati Badung Anak Agung Gede Agung, Perwakilan WHO, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan lain-lain. Hari Rabies Sedunia diinisiasi oleh Aliance for Rabies Control dan untuk pertama kali pada diperingati pada 28 September 2006. Di Indonesia, peringatan Hari Rabies Sedunia pertama kali pada 4 November 2009 di Kab. Tabanan, Bali. Tahun 2010, diadakan di Kabupaten Badung, Provinsi Bali dengan tema ”Anjing Sehat, Keluarga Selamat”. Tujuannya untuk meningkatkan komitmen para pemimpin wilayah seperti Gubernur, Bupati/Walikota untuk melakukan tindakan pencegahan dan memutus rantai penularan rabies dari hewan kemanusia.

| Selengkapnya




Rabu, 25 Agustus 2010
HINDARI KEMATIAN AKIBATRABIES CUCI LUKA UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN

Penyakit Rabies atau anjing gila merupakan penyakit mematikan yang ditularkan lewat gigitan anjing. Untuk menghindari kematian, bila seseorang digigit hewan yang menderita rabies, tindakan pertama yang dilakukan adalah cuci luka secepatnya dengan air mengalir dan sabun atau deterjen selama 10-15 menit. Kemudian luka diberi antiseptik/ alkohol 70%, setelah itu segera bawa ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) atau ke dokter untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya. Hal itu dijelaskan Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang dr. Rita Kusriastuti, MSc. pada acara temu media di kantor Kemenkes Jakarta (13/8).
| Selengkapnya




Kamis, 01 Juli 2010
LAPORAN PENANGGULANGAN KLB RABIES DI NIAS, SUMATERA UTARA

Pulau Nias merupakan sebuah kabupaten, yang terletak di sebelah barat daya pulau Sumatera, dipisahkan oleh Samudera Hindia. Akses ke Pulau Nias dapat ditempuh dengan pesawat terbang Medan-Nias kurang lebih 1 (satu) jam perjalanan atau kapal feri Sibolga-Nias kurang lebih 12 (dua belas) jam perjalanan atau kapal cepat Sibolga-Nias kurang lebih 4 (empat) jam perjalanan, sedangkan perjalanan Medan-Sibolga daya tempuh dengan mobil kurang lebih 10 jam, jadi sekitar 24 jam Medan- Nias bisa ditempuh.
| Selengkapnya




Rabu, 10 Maret 2010
KEMENKES TELAH KIRIMKAN TIM DAN VAKSIN UNTUK PENANGGULANGAN RABIES DI NIAS

Untuk menanggulangi penyakit rabies di Pulau Nias, pada tanggal 8 Maret 2010 Kementerian Kesehatan untuk kedua kalinya mengirimkan tim dengan membawa 75 kuur vaksin anti rabies untuk manusia serta pedoman bahan penyuluhan (KIE). Dengan pengiriman tim ini, diharapkan penyakit rabies di Pulau Nias segera dapat diatasi. Hal itu disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama untuk mengatasi penyakit rabies di Pulau Nias.

| Selengkapnya




Jumat, 15 Januari 2010
Laporan Perkembangan Rabies di Provinsi Bali, khususnya di Kab. Karangasem

Sampai saat ini rabies pada hewan sudah ditemukan di 7 dari 9 Kab/Kota di provinsi Bali. Dua daerah yang belum tertular adalah Kab. Jembrana dan Kab. Klungkung.

| Selengkapnya




Rabu, 09 Desember 2009
21 Orang Meninggal Akibat Rabies di Bali

Bali - Wabah rabies yang masuk Kejadian Luar Biasa (LKLB) di Bali menelan nyawa 21 orang dan lima orang lainnya dinyatakan positif rabies. Di luar data tersebut, sejumlah warga juga diduga mengidap penyakit ini karena ciri-cirinya sudah tidak diragukan lagi.
| Selengkapnya



 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Kementerian Kesehatan R.I.