header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
 
 
 
 
Rabu, 09 Desember 2009
21 Orang Meninggal Akibat Rabies di Bali

Bali - Wabah rabies yang masuk Kejadian Luar Biasa (LKLB) di Bali menelan  nyawa 21 orang dan lima orang lainnya dinyatakan positif rabies.  Di luar data tersebut, sejumlah warga juga diduga mengidap penyakit ini karena ciri-cirinya sudah tidak diragukan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Sutedja saat menjadi pembicara dalam `Semiloka Rancangan Peraturan Daerah Penanggulangan Rabies` di Denpasar, Selasa, 8 Desember 2009 mengatakan, kasus gigitan anjing pengidap rabies terhadap manusia sampai 4 Desember mencapai 19.345 dan yang sudah divaksin sekitar 17.252.

Saat ini stok vaksin yang dimiliki Bali masih tercatat 12.421 vial. Vaksin ini tersebar di seluruh Bali, yaitu RS Sanglah 500 vial, Denpasar 325 vial, Badung  sebanyak 3.030 vial, Tabanan 300 vial, Gianyar 563 vial, Klungkung 201 vial, Karangasem 469 vial, Bangli 86 vial, Buleleng 314 vial, Jembrana 20 vial, dan Dinas Kesehatan Bali 6.613 vial.

Menurut Sutedja, kasus rabies di Bali ditemukan pertama kali pada 18 November 2008 yang dilaporkan Kelian Banjar Giri Darma, Ungasan, Badung dengan korban meninggal dunia setelah digigit anjing.

Upaya yang dilakukan, imbuh Kadiskes, adalah membentuk penanganan rabies center yang terletak di sembilan tempat di wilayah Denpasar, serta dua tempat di setiap kabupaten yang ada di setiap RS dan puskesmas yang ditunjuk.

"Melakukan surveilance aktif yang dilakukan oleh puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi dan pasif, sosialisasi ke masyarakat, peningkatan sumber daya, vaksinasi," pungkas Sutedja.


Sumber : VIVA News

 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Kementerian Kesehatan R.I.